Abu Hanifah yang Taat
Akibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. ‘Ulama Ahli Hukum Islam itu pun di penjara. Sang Penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat kepadanya. Dalam penjara, ‘Ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih sebenarnya bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan Ibunya. Beliau sedih kerena kehilangan waktu untuk berbuat baik kepada Ibunya. Setelah masa hukumannya berakhir, Abu Hanifah dibebaskan. Ia bersyukur dapat bersama Ibunya kembali. “Ibu, bagaimana keadaanmu selama aku tidak ada ?” tanya Abu Hanifah. “Alhamdulillah......Ibu baik-baik saja,” jawab Ibu Abu Hanifah sambil tersenyum. Abu Hanifah kembali menekuni ilmu Agama Islam. Banyak orang yang belajar kepadanya. Akan tetapi, bagi Ibu Abu Hanifah ia tetap hanya seorang Anak. Ibunya menganggap Abu Hanifah bukanlah seorang ‘Ulama besar. Abu Hanifah sering mendapat teguran. Anak yang taat...